Misbulabdillah.blogspot.com-Aku pandangin langit dengan seksama hari ini, berguguran nya daun-daun hijau satu persatu di kala pagi menjelma dalam waktu yang bergulir di jalan yang ku lewati ni- jatuh nya satu persatu dari dahan-dahan pohon lama yang sering kusinggahi untuk berteduh, di tambah tangisan huajn juga tak ada henti menghampiri- terbayang dalam imajinasi semu hari yang akan terlewati dengan sendirinya' tampa ada halangan untuk tidak berbuat kebajikan jika perlu, tapi dengan keadaan yang keras' di tambah kita harus melewati semua tintangan yang ada di depan' dan menjadikan pengalaman buruk suatu keharusan untuk dipetik dan di pelajari, oh ya.. mungkin yang buruk untuk aku saja' dan yang baik untuk dirimu saja. untuk lebih mengahangatkan suasana malam yang singin tampa ada yang menemani dalam kendirian malam yang ku terpa dengan sendrinya, dan ku berjalan hingga sore yang berlalu di rutinitas harian- dan di kala sore jua , hampir sama dengan pagi tadi? tak ada perubahan'' yang berarti untuk bisa menjalani hari yang cerah, untuk aktivitas- dan goresan goresan kecil yang kurangkul secara mendadak di jalanan. dan menjadi ku lebih banyak juga berfikir dan berekspresi ria di kala menyepi menyendiri dari kegaduhan orang ramai di sekitar kota, berlanjut akan keselarasan alam yang ku rasakan melekat dengan hari ku yang merona rona dan melara tampa adanya kesenjangan yang terjadi, dan berlanjut dari waktu di jarum jam yang melekat, hendaknya lah aku pulang dari hari yang hujan yang terus menghampiri desa ku yang ku tinggali selama ini, dan selama bergegas menuju gubuk lama menjadi sandaran

hidup. tampa ada rasa keluhan.
tak terbesit rindu akan hari hari indah dan positif yang terlampir, walau hanya gubuk sementara yang jauh dari pemukiman kota besar' kami menikmati ini sebuah anugrah yang terbesar yang ku alami, nga ada yang bisa membantu selain keluarga yang selalu mensupport dari kegagalan yang pernah aku alami selama ini, begitu juga sebaliknya yang kami rasakan di komunitas masyarakat jauh yang tak ada yang peduli sama sekali, hanya aku dan kami yang bisa merubah image semuanya? '' namun bertekat kan impian pasti bisa aku dan kita semuanya bisa merangkul dan , memberikan kontribusi sebaik mungkin. Sip... so, karena malam yang berlanjut dari serta' saya hanya mengamati malam dengan mengamati langit tampa ada kedipan sedikit pun, dan aku: pun? mengurai kembali dengan pola fikir sendiri, dan merajut kembali dalam sebuah tulisan. apa yang kurasa' melekat, bahkan mengena dalam hati' akan ku sajikan kembali, bukan maksut mengurui, dan juga sok tahu' tapi ini hanya soal berbagi rasa akan keindahan alam yang kurasakan selama ini, uf.. manisnya, dan sangat berkesan.
BERDERAI HARI DALAM KENANGAN
HUJAN HUJAN YANG MENDESIR MENANGGIS DARI SORE
MELEMPARKAN AKAN KEMANDIRIAN
JAUH YANG KU RASA
BERTABUR NYA ANGAN ANGAN JAUH
DI ANTARA ANKASA RUANG TERBENTUK LAMA
AWAN AWAN BIRU SELAM GEMGAMAN SENJA
MENYAPU BERJALAN DARI BARAT KE TIMUR
DENGAN LAWAS LAWASYA
GELAP MALAM YANG MENGHAMPIRI
BENTUK ANGKASA INDAH
TAMPAK DARI MATA
BUMI TATAPAN MATA
YANG TERSIRAT RAJUT RAJUT KEBESARAN
DINGIN DAN SEPOI MENYEPI
MELAMPIASKAN JAUH DARI UNJUNG DUNIA
ANGIN ANGIN YANG MENDESIR MEMBENTUK DARI LAMA
KETENANGAN JUGA MENGHAMPIRIKU
DARI KESENDIRIAN
JAUH DARI ANGKASA LUAR
AWAN AWAN BIRU KEMBALI MENYELIMUTI
KEBESARAN ALAM MENBERI RUANG DAN WAKTUNYA
PERBATASAN DESA YANG KUPIJAK
MEMBERI RUANG AKTU TERSENDIRI
DALAM HITUNGGAN DETIK
KEMBALI HUJAN MENGHAMPIRI
DI KALAM MUSIM DINGGIN MENERPA.
Dan ini baru yang tersajikan menjelang malam yang buta, awan awan putih masih bergerak di langit angkasa luar dalam tatapan mata masih terlihat dengan jelas. dan ada yang menarik dalam pandangan saya, tapi langsung ku tulis di stastus www.facebook.com/Pendekar sastra Riau Lingga. ''
*KUPANDANGI MALAM DENGAN SENDIRI
AWAN AWAN PUTIH SEKURAN 100 LAPANGAN BOLA
MENDESIR BERJALAN DI ANGKASA
SAYA PERHATIKAN DENGAN SEKSAMA
BIRU BIRU MALAM DAN GELAM MENYAPU PUTIH ANGKASA
TIDAK TERLELAP MATA MEMANDANG
ADA APA DENGAN GERANGAN
TUBUH LEMAS DENGAN SYARAT SYART ALAM MENGHAMPIRI
DIKALA AKU MEMIKIRKAN TERBANG NYA LANGIT
DENGAN TANGISAN HUJAN TAK ADA HENTI*
Setelah itu, awan awan putih tersebut hilang dalam pandangan mata, dan aku pun terkagum oleh mement indah tentang indah malam, walau hujan yang terus menguyur desa ku selama beberapa ini.'' dan diriku merasa bagian dari alam yang begitu hebatnya, dan sahabat? setidaknya diriku sudah bisa mengurai apa yang kulihat seharian tadi, dan ku pun sangat BERHARAP jika dirimu juga memberikan waktu luang mu dan di tulis di note, dan silahkan tagg kan juga ke diriku, biar aku juga merasakan hal yang sama? Setuju! okey deh, malam yang semakin larut, aku pun mau tidur juga- secar pribadi diriku hanya mo bilang? Thaks berat banget telah singgah ke diary kecil sahabat lama mu di Desa Impian Nusantara.
Sampai jumpa di goresan goresan kecil Berikutnya....