Kurang Hiburan,Warga HAJAR Jembatan Baru!

edit

Dear Readers...
Apa kabarnya nih, cie cie.. sombong dank beberapa hari ini, kemana aja selama ini' nga pernah kasih kabar lagi, mentang-mentang lah ya' da Jadi orang kaya? teman lama lupa' ha ha ha-yang sama sama kuliah' da jadi guru' sombong, sekarang! karena sibuk ngajar alasanya. "yang sama sama Sma' dulu, da jadi orang di instansi pelat merah- ntah kemana kemana, da habis waktu sharing, sibuk ngumpulin harta masing masing, dan teman-teman Tetangga, juga hilang dari peredaran. tapi saya punya semangat akan kesadaran akan persahabatan, walau dirimu sibuk semua la ya! okey...sudah lah'  mungkin kita sudah di takdirkan ambil jalan masing-masing di depan, karena kehidupan sudah keras, dan alangkah baiknya juga kita bekerja seperti yang kita lakukan bersama sama. he he he..
Malam yang kelabu, membisu di sini' bertemankan angan- angan, dan impian- ku luar rumah memandang bintang di langit yang terang, banyak cahaya-cahaya yang berkilau di atas langit membentang, tahu lah dirimu.. jika seperti ini keadaanya, aku tak akan kemana mana, ambil pena dan catat dalam apa saja yang ada dalam lingkaran sekitar diriku,pada malam ini, termasuk juga alam yang memberi ispirasi tertakjubkan- GREAT!... ada beberapa bintang' yang selalu tersenyum kepadaku, walau hanya bertatapan jauh- jadi lah pelipur lara pada malam ini. Dan inilah tulisan atau sajak- sajak yang berhasil saya rangkum pada malam ini, sebelum saya bercerita terntang berita malam ini yang sayang juga bila di lewatkan.
BERTEMANKAN BINTANG BULAN
..........
AKU BERDIRI DI TENGAH MALAM YANG GELAP
MEMANDANG LANGIT DI ATAS PEMIKIRAN
PEMIKIRAN BARU DAN LAMA
DI ATAS KERTAS YANG BERNYAWA
BERNYAWA DARI RAJUTAN IMPIAN
TERLERAI DALAM INGATAN
INGATAN SERAYA TAK ADA DARI BUAIN
IMPIAN DAN RAJUTAN
LARAS HARI YANG TERLEWATKAN
TERLEWATKAN DENGAN KERAS
DAN PENUH RINTANGAN
RINTANGAN KEHIDUPAN 
MELARA LARA DALAM TANGAN KEWAJIBAN
KU PANDANGI LANGIT
DARI SEMU
SEMU SEMU... 
HUJAN TANGISAN
ANAK NEGERI YANG JAUH
BERLANJUT DARI LAMPIASAN TULISAN
BIAS BIAS ANGIN YANG BERLANJUT
UFUK TIMUR DARI PANDANGAN
BELUM JUGA AKU TERLARUT DI DALAMNYA
MATA SUDAH LETIH MEMANDANG
JAUHNYA HAYAL KARENA INGATAN
TANGAN TANGAN
INI TAK BERHENTI BERGERAK
BERGERAK MENULISKAN APA YANG ADA
JANGRIK BERNYANYI ALA KADARNYA
KODOK KAMPUNG JUGA DEMIKIAN
DARI RAJUTAN
HUTAN TROPIS KENANGAN
AKU BERDIRI KEMBALI
DARI SEMAK SEMAK RAJUTAN ALAM
KEMBALI MEMANDANG
BERLARI KECIL
MENGALI IDE DAN ISPIRASI MALAM
YANG AKAN BERKESUDAHAN
MENUNGGU ESOK HARI PERJUANGAN
MALAM YANG DINGIN...
Di tulis,
RUMBAI 8-12-2011
Karya: Misbul Abdillah
Nah, ini dia sajak malam yang baru ku ciptakan barusan' jadi lah dari pada di simpan kan dirumah, nga ada yang baca? baik buang ke blog- dan dunia maya...' pasti ada juga lah yang lihat. he he he' ngarap.
ups lapar nih, aku cari makan dulu lah...
ambil motor, pergi deh ke warung tepi jalan yang ada di kota, dan sekira dalam perjalanan beberapa menit' saya heran, kenapa yah ramai banget' nih jembatan Baru yang bernama Sultan Muazzam syah atau Siak 3-, ada kecelakan kah' atau ada apa gitu- ... blank.. blank.. biar nga penasaran, ku berhenti sejenak, lalu mengamati yang ada di warga sekitar. hehehe, nga malam minggu juga lagi, banyak nih warga' berkumpul di tenggah jembatan, ada duduk ama pasangan, ama keluarga- team motor, bahkan yang narsis ria' berfoto ria dengan teman masing-masing. sss't garing juga lihatnya? karena ku sendiri aku pura pura bego aja diri- ngelihat inya. dan jalan jalan sendiri Mo belanja di warung di sebelah sungai dekat kota.' Eh.. da. macet kecil' ditambah lagi mobil antre pula, lihat dan pengen turun juga. ada juga adik adik remaja, seruan cengkrama dengan temannya. hem.. "mesranya, .......' sambil narsis juga fofo fotoan di jalan lepas. hehehe
aku yang jadi gimana gitu, pokoknya rame deh. titik! padahal ini malam jum'at, bukan malam minggu' rame juga yang nyambi hiburan murah dan tentunya berkualitas mungkin.' dan mungkin juga karena ku tinggal di Rumbai kota utara' karena seing melewatinya, nga nag lama lama di sini. dan membiarkan orang saja yang duduk, dan mangkal sambil di lihat orang banyak. ha ha ha... nga gue banget! kata orang jakarta. dari pengalaman malam ini, saya menyadari' apa yang hal baru, pasti di kunjungi orang ramai, dan tak perlu uang banyak' hanya kebersamaan. masyarakat ambil hiburan alternatif, nga susah juga bukan. dan di tambah lagi kurang nya fasilitas umum yang memadai di Pekanbaru, membuat warganya HAUS akan tempat dengan view yang baru. dan dari diary saya di atas, pastikan anda juga melakukan hal yang sama? atau nga mau? yang penting' kualitas hiburan itu di tangan kita masing masing. 
karena saya uda siap ngelihat plus belanja makan dan minum. saya pulang juga, ambil kertas dan nulis balik tentang diary hari ini yang terjadi dilingkungan diriku, upss.. da ngantuk' aku tidur lah lagi, makasih deh' dah mo singgah di catatan kecil ku, semoga bermanfaat. hahahah...
sampai jumpa di sang fajar berikutnya.
Salam manis,
Abdi cakrawla,-
twitter@abdi_cakrawla
Misbulabdillah.blogdetik.com 
Jembatam Sultan Abdul Jalil Muazam Syah Pekanbaru