KEHIDUPAN: Makan apa hari ini kita Ayah ! "Kita nga makan hari ini nak....

edit
Misbulabdillah.blogspot.com- Berderai ku mendengar dari curahan  anak kecil yang kurasakan di keluarga hangat kecil ini, sebenarnya nya ku paling anti untuk yang namanya sedih-kesusahan atau ketidakadaan itu membunuh kami perlahan lahan, jangan kan untuk membeli pakain,makan untuk hari ini saja kami harus bertengkar! berpedang samurai sampai berdarah darah.. demi segengam nasi basi yang kami makan. 
nangis dan besendunya hari ini karena apa yang kurasaakan tidak di lihat oleh arang banyak, kok diriku yang bukan pejabat, tapi ku terlarut dalam emosi yang mendalan dengan duka lara orang banyak! menjadi inspirasi pada sore ini, sembari melihat sore yang akan tengelam dari peraduan. dengan indah sore menepis di kota yang ku tingalin ini.
Tadi ku melintas batas, dengan kerasa keluarga hangat kecil ini, mereka makan dengan ala kadarnya dengan ruang lingkup, kumuh dan berserakan, di mana tangisan anak untuk ayah nya yang bekerja sebagai buruh harian lepas, dengan hangatnya siang yang melepuh demi seribu dua ribu rupiah'' yang hampa di gengam di tangan.
dan ayah tadi hanya menatap putri kecilnya? nak.. ayah belum punya uang, untuk membeli beras hari ini, dan kita tunggu esok hari yang' ayah akan mendapatkan pekerjaan gedung itu, untuk membokar gedung yang mau pindahan. sabar ya nak! seraya meyakinkan anak nya, dan tangisan sejalan hari melihat putrinya yang tersendu belum makan seharian.dan ayah tadi, keluar dengan tersiak isak dalam hati memberi mencari pinjaman ke rekan sejawat Rp. 5000 rupiah di gemgam. dan dengan segera membeli kebutuhan pokok di warung terdekat. dan berlari secepat mungkin mengingat putrinya yang tersendu kelaparan! aduh ... dari apa yang ku lihat, dan ku rasakan, apa nga ngiris hati- membuat ku terbuai dan terlarut dalam emosi yang berapi rapi di ruang lingkup ini. Bagaimana dengan anda! anda adalah orang paling beruntung di dunia ini! dengan segala acces pendidikan yang hebat, makan dengan layak, dan segala fasilitas yang hebat! selamat dan selamat! dan kami...' kambali, jangan menbeli pakain! untuk makan hari ini kami saja kami sudah berperang habis habisan untuk bertahan di sudut kota yang berbuang ini.
jadi salah kami jika kami menjadi PECUNDANG! DAN PEMBERONTAK DI DAERAH! Mungkin jika ada hasutan untuk BOM BUNUH DIRI DI KEDUTAAN ASING! pasti kami rela, demi tatapan orang tua kami di rumah, ingat hanya untuk membeli beras dan senyum harapan.TOLONG ANDA CAMKAN BAIK BAIK!  sepele, tapi itu benar adanya...
kita singkat dari sajak sajak goresan hidup di jalan yang ku  kurasakan :
TANGISAN BATIN ANAK NEGERI
PEMERINTAH INDONESA TERCINTA
KAMI MENGHAMBA DI JALAN
DEMI PERJUANGAN YANG TIDAK PASTI DI DEPAN
ANDA LAKNAT!
ANDA ADALAH PEMBUNUH RAPI DAN BERDASI
HAK KAMI ANDA ABAIKAN
MENDUKUNG ORANG ORANG YANG SALAH
KATA KATA ANDA MEYAKITKAN
KAMI TERISAK DI JALAN
ANDA TIDAK PEDULI

PEMERINTAH RI- DPR-MPR
ANDA ADALAH HARAPAN
TAPI TIDAK ADA DALAM KEHIDUPAN
OTAK MAFIA ADANYA
BERITA KORUPSI MERAJALELA
KAMI ORANG BODOH YANG ANDA BODOHKAN
TOLONG KAMI DARI KERINDUAN KEMERDEKAAN
YANG KALI LALUI DI KAMPUNG KEHIDUPAN
KEKERASAN DAN PERPERANGAN YANG KAMI 
SANDINGKAN
SETIAP HARINYA

RAKYAT MU DALAM DUKA  NESTAPA LARA

Dari apa yang kurasakan tadi, ku hanya diam membisu di larut sore ini di keheningan.tampa ada harapan untuk berjalan keluar untuk bersenang senang.
Wahai Bapak ibu PEJABAT, ANDA MELIHAT TAPI MERASA BUTA...
ANDA MENDENGAR! TAPI, MERASA TULI...
DAN MERASA TAPI TAK MERASAKAN....

SENDU- SENDA- MERENDA


Misbul Abdillah-Pengamat sosial dan Budayawan Muda Riau.