Setelah berjalan dengan arah yang
berbeda
di antara rajut dunia lama
kemana langkah yang kita derita
adalah kenikmatan tiada ternilai dari
segala penjuru nusantara
menembus dengan lorong nya waktu
berhenti dari jarum jam
sampai desir desir ombak itu mendayu
di hempas kan angin
demi KEBEBASAN DAN KEHENINGAN
AKU BERDIRI DI UJUNG DAK Phinisi LAMA
dengan tali-tali kusam yang membara
menunggu angin menyapu kulit yang kering
kerontang
kelaparan
menunggu pulang, ke tanah berikutnya!
Antara selat malaka dan Pulau Bengkalis
diaries beberapa tahun lalu.
SENDU-SENDA-MERENDA
KARYA: MISBUL ABDILLAH
Http://misbulabdillah.blogspot.com
\
Abdi Cakrwala, PUJANGGA CYBER SASTRA SAJAK MISBUL ABDILLAH
berbedadi antara rajut dunia lamakemana langkah yang kita deritaadalah kenikmatan tiada ternilai darisegala penjuru nusantaramenembus dengan lorong nya waktuberhenti dari jarum jamsampai desir desir ombak itu mendayudi hempas kan angin
demi KEBEBASAN DAN KEHENINGANAKU BERDIRI DI UJUNG DAK Phinisi LAMAdengan tali-tali kusam yang membaramenunggu angin menyapu kulit yang keringkerontangkelaparanmenunggu pulang, ke tanah berikutnya!Antara selat malaka dan Pulau Bengkalisdiaries beberapa tahun lalu.SENDU-SENDA-MERENDAKARYA: MISBUL ABDILLAHHttp://misbulabdillah.blogspot.com
\
Abdi Cakrwala, PUJANGGA CYBER SASTRA SAJAK MISBUL ABDILLAH |
