PON RIAU XVIII: Kabut-Kabut Cinta Yang Silih Berganti

edit

Pagi datang lagi dengan demikian

hari hari sudah terang benderang

ada ruang yang tersingkirkan

akan keriangan

dan keimanan datang


Pagi ujar saya berbicara

di pandang langit juga tak berbicara

ada semu nya dunia

ada kegelapan  pandang harian

yang tertup awan


Udara udara kotor di lapangan

itu benar dalam pandangan

yang  bisa menyaksikan

harian kita diamkam

yang tak mungkin di simpan


Cinta akan keindahan lestari bisa hilang

jika di ungkapkan

hati yang berbicara kebenaran

tak bisa di hilangkan

akan kehancuran hutan alam


Kabut kabut datang

ini juga cinta datang

yang tak bisa di kiaskan

lari juga dalam pandangan

berlari berlari berlari

menghindarkan ke adaan


Semuanya datang jauh kan kisah

asmara dunia dan lariannya

menantang cinta datang

tak ada ruang

ada ada kabut lagi datang

yang bersinar datang


Hatiku tengelam bersama hutan

dengan linangan air mata

ku kisahkan hari dengan luka

cinta nestapa alam semesta

Itu benar andanya,

Cinta ku di kabut yang silih berganti.


Karya: Misbul  Abdillah

Pujangga Cyber  Sastra-Indonesia

Http://misbulabdillah.blogspot.com/