Pekanbaru, Sungai Gersang Dan Langit Gelap Bermain Awan.
Misbulabdillah.BLOGspot.com- Harus kah ku' mengatakan pada hari ni adalah langkah awal untuk menikmati akhir pekan, namun hati berdecak terdiam, kemarin baru rasanya ku lihat langit itu biru dengan indah, awan awan biru berjalan bersama kata kata, dan aku hadir di antaranya, ku diamkan segala asa dan hari itu tinggal kenangan, bahwa sanya hari itu akan lewat dan terdiam bersama larut nya jingga sore. kadang kadang ku juga tak perlu di fikirkan dengan matang matang, apa yang akan terjadi kelak.
Wahai sungai gersang apa kabarmu
ku saksikan dengan tangisan
derai derai karam sungai lama
jantan ujar seraya berkata
apa kabarnya cinta lama terpesona
Sungai yang gersang ku saksikan
kapal lama juga berjalan
derai deras sungai yang terus berjalan
akan jauhnya mata memadang
kapan sungai akan karam
Berbicara dengan langit tak ada jawaban
ku ucap lirih di linangan harian
kapal kapal lama akan berjalan
jauh jauh rasa memadang
akan semua yang tengelam
Harum dan marwah hilang tengelam
tinggal kenangan dan harapan
Di awan lalu itu semua terdiam
menjadi satu kesatuan ilalang
utara ada harapan, langit itu berbicara sendirinya
lirih lirih awan di utamakan
ku terdiam dilamunan seorang, memandang langit akan gelap
Pandang dan pandangan ku berjalan seorang
langit gelap akan berjalan berjalan
tengah gersang nya sungai tampa harapan
yang pasti di kerjakan dengan harian
semua ada di pelupuk harian
Wahai sungai yang gersang, kusaksikan hari ini tidak ada jawaban yang bisa dipandang. diam diam asa di gerimis senja yang akan datang, di buai hari yang tak kunjung hilang. burung burung hutan akan terbang pulang, menuju tengah harian yang tak akan padam. dan ku sendiri tetap akan berjalan, senja-malam dan pagi berikutnya. @abdi_cakrawala