Pelangi Mentari, Gumpalan Awan Gelap Bersama Hujan Harapan.

edit

www.misbulabdillah.com- Hari minggu yang berjalan di dua minggu terakhir, ada berita baru dari langit. hujan dan gelap pagi masih bermain, bukan itu juga yang banyak yang  kita ceritakan, di sisi timur utara. tidak ada perubahan hanya awan awan gelap yang bermain disisi ruang, dan pagi ini bukan. tidak ada mentari yang bermain, hanya sebentar lagi akan hujan dalam pandangan air mata.


Pekanbaru Utara (20/10) Dalam lamunan pagi dengan secangkir kopi yang saya siapkan pagi ini. sudah berjalan sepenuhnya dan menikmati nya perlahan lahan, sembari melamun di antara karang batu hutan, sensasi pagi ini, masih berjalan dengan sepenuhya, dan alang alang yang di hembus angin, menjadi kesatuan emosi pagi, dan kapas kapas putih itu terbang. dan saya pun mengejar nya dengan riang- riang. senyum lirih menjemput pagi ada sejuta makna, dan dentuman langit kembali terurai, dan berdiam diri sejenak memandang langit akan gelap, dan awan awan itu berbicara semu. dan raihan jiwa emosi diri tak tergantikan. hujan hujan biarlah berlalu, dan rasa ini akan tetap menemani, langkah pagi. dengan sejuta harapan yang berjalan kepada langit.yang kian berat menangung beban harapan.

Pagi pagi adanya
biar cerita dalam  harapan
dan hujan sudah datang menyelimuti
akan bicara hebat
kayu kayu hutan lirih

Migrasi elang asia
terdiam kan pergerakan
malam jangan di bicarakan
masih pagi dengan gumpalan hebat
sisi barat daya dan timur adanya


Itulah yang saya rasakan, angin gelap terus bermaian dalam riang nya, dan pagi ini adalah riang alam yang penting berlamun, dan berdiam diri sejenak antara hutan tropis karang harapan. " diam diam langit begitu cepat gelap dan gelap, hujan di selatan sudah deras, dan tinggal di utara yang kembali bermain, dan ku berlari lari secepat mungkin ke basecamp. menikmati larian jiwa emosi diri di antara hujan gelap yang akan pasti" dan ruang kontemlasi diri dan ruang metamorfosis itu masih berjalan, taktis dan diam diam kan diri lah obat terindah merangkai sejuta aksara dalam fikiran, dan di curahkan dalam pandangan, mata dan hati dan buah fikiran.


Kilau kilau cahaya mentari

ada rasa tak di tanti

rasa cinta  bersemi

hujan hari dalam lari

kasih bermain sendiri, kuat di antara hati


Pelangi desa bermain di ufuk timur adanya

bias hujan yang melara lara

dalam urain kasih alam yang tak bertuan

utara negeri dalan angan angan

itu dalam pandangan, perasaan dan hayalan


Dekapan angin gelap dalam pandangan, dan harapan harapan saya, anda' biarkan diri masing masing akan kuat kan diri, dan semuanya hari taktisa anda kerjakan, tinggal kan dan carilah inspirasi baru dengan harapan akan tetap berjalan, dan ingat kasih kehangatan dalam keluarga tidak adan lupakan, dan berharap semua nya terukur dengan nilai nilai sendi adat' terlampir yang anda kerjakan sendiri, sebentara lagi hujan deras akan menerpa, dan berlarila hku pulang menuju asa, dan biarkan hari hari ku berjalan dengan asa tersendiri,pohob nyiur yang rindang, bunga yang mekar, alang alang akan tetap menemani langkah pasti dalam diri,dan selamat pagi negeriku, pelangi mentari dalam bias bias hujan, dan dalam gumpalan aan gelap yang kian kuat bermain @abdi_cakrawala