Persiapan Dan Preventif Bencana Alam Pulau Sumatera, Ep 1
www.misbulabdillah.com- Dalam malam yang kian bermain di ingatan dalam, dan malam ini terus ku langkah kasih, tulisan ini akan berjalan dan jalan di depan itu banyak kebohongan dan kerancuan, hilang kendali kehidupan sudah menjadi pegangan harian. dimana mana ada kejahatan dan hal yang tak pernah di temukan sudah di ketemukan, dan ku merasakan hal yang sama dalam harian. dan ku pandangin langit malam yang kian kelam telah rancu ku tanyakan, hanya goresan yang berlinang di jadikan sandaran pemikiran. dan langit malam kiat menjemput tiada jawaban.
Langit kelam yang bermain di pandangan
gelap gelam malam dan kalam terus bermain
ada hujan yang tak bisa di bendung
malam dan hujan kian di ragukan
tidak bersahabat dan menjadi pertanyaan.
Warga kami hidup dalam kesombongan harian
yang tidak halal menjadi halal
generasi muda mabuk kan
dan kehancuran kami kian datang
kami di makan keriangan, kemewahan
Lupa daratan akan kerindaan
ada pertikain setiap sebentar
darah darah mengucur dalam pandangan
dan itu di biarkan dalam keseharian
yang tidak benar menjadi benar
itulah juga keadaan
Langit sudah menangis di harian
aku terdiam dak kebimbangan malam
ada juga tak terkisahakan
dan aku memang pelaknat harian
tak ada yang bisa membntu kebaikan
Hujan yang kian terus bermain, selat dan pantai akan menangis dan sungai akan menampakan amarahnya ke negeri yang telahj di berikannya harapan, dan perebutan mimpi akan terus di jalankan. dan hujan linangan akan terus bermain, dan ku berharap. rapat rapat lah kita dalam kebersamaan,da raihan tangan kami ini dalam kesalahan dan kebimbangan dan kami memang butuh jalan menuju kerindaan dan kebaikan malam, bersambung ...