Pujangga Malam : Angin Angin Kencang Hutan Tropis
Misbulabdillah.BLOGspot.com- Udara senja yang telah berlalu dalam pandangan hati, dan sendiri senja itu masih ku ingat sebagai langkah baru kemudian dimalam yang berbeda, dan senja tadi juga banyak mencaritakan isprasi baru akan hal baru, tak di rasa dan tak di diamkan, hanya menelurisasikan ide akan masa yang akan datang. dan akan memberikan hal baru mata dan hati ini terus bergerak akan riang hari yang selalu bewarna. dan saya adalah akan lah pujangga malam mengurai kan sejuta aksara cinta, hidup, dan keluarga menjadi satu pandangan, tidak peduli akan hujan, dan tantangan. bergerak akan hidup dan terus berjalan dengan hati yang akan di lamunkan seorang.
Kenapa ada malam
malam telah terlewatkan
dan senja tadi ada raihan baru
yang ku ukir dalam pandangan
gerak hati akan kebenaran keindahan
Hutan tropis lah menjadi pelarian diri dalam lamunan jiwa seorang diri, akan malam malam ini diam seribu bahasa, dan hanya terdiam senjenak, sembari membaca isi blog lama yang lama lama membuat rindu dan asa setengah harapan dan berjalan di sendiri fikiran, " aku adalah laksana pujangga malam, berbicara dengan ide yang tak bertuan, ada ruang ruang hidup sepanjang ingatan- Misbul Abdillah (11/10) Basecamp, abdi Backpacker-Pekanbaru. tertulis singkat barusan, tapi di jadikan sebagai diri acuan diri, untuk tetap menjadikan langkah baru akan hidup hidup yang berjalan
Tadi senja ku pandangin langit
ada apa dengan senja
hutan hutan tropis dimalam ini
itu diam membisu kencang
hutan hijau,burung hutan dan kicaun elang
Menjadi jadi di kala senja ini
ku diam kan kembali lagi
semua dahan dahan jatuh perlahan lahan
dan akan semua nya tampak di kesampingkan
akan semua nya berjalan
Baiklah semuanya sudah ku diamkan diri sebagai lamunan inspirasi pagi, ada ruang ruang itu ku kejar dengan seksama, itulah hutan tropis yang kucintai selama nya. angin angin yang kua dan berhenti kembali berlari, menuju singahsana hari akan hidup, berbeda di angin angin hutan tropis yang ku pijak, akan ku bisa kembali datang di singahsana jingga, dengan sandaran hutan tropis kembali...
Bersambung...