Senja Kami Gelap, Dengan Angin Petir Berkabut Linangan.

edit

www.misbulabdillah.com- Di hari kedua ku merasakan kembali hujan yang deras, tapi boleh di katakan juga, hari ini adalah hari dimana semua terlihatkan. awan awan jingga biasanya yang kulihat, sekarang dan tepatnya hari ini. semua nya tidak ada dan hanya hujan yang terus bermain.dingin dingin tapi pasti ,tapi telah menusuk tulang ini dari kedinginan. ku pandangila langit ini dalam lirh, air air yang jatuh dari gubuk ini, beda juga ya! hari ini, pohon pohon tinggi yang terdiam dan dedaunan yang basah, juga bermain tenang. tidak banyak bicara dan terdiam


Senja dalam pandangan, dan senja kami sudah gelap. dengan kabut dan hujan yang terus menangis tiada hentiya. dalam lamunan terdiam, merangkai setiap apa yang kurasakan dengan getaran getaran alam yang bermain, ada ruan ruang terpisah dalam hati. mengerakan diri dalam sejuta diri, merenda kan harapan di langit senja yang kusam. aku adanya seperti ini tidak melebihkan dan tidak mengurangkan, makan harapan adalah kehidupan, dan semua nya tercipta di antara ruang ruang yang selalu berbeda. kalam hari tidak usah ku pertanyakan, dan main hujan dalam  linangan, dan semua nya telah terjadi dalam tatapan. Desa ini di negeri kami, yang masih hujan menangis dan menceritakan semua langit yang tak berseri. berharap akan ada datang nya sang fajar esok yang kian memberikan kehangatan.


Senja yang gelap dalam pandangan

hujan yang bermain di desa kami adalah harapan 

menuju kerinduan akan kehidupan

gubuk tua yang kusandarkan

menjadi lirih tak bertuan

menungu malam yang akan datang


Mata berlinang juga dalam pandangan

ada kelopak bunga yang redup di harian

orang tua kami mengendalikan sepeda usang

berjualan di keliling harian

dan dengan dedaunan yang hijau di hadapankan

tetap menyambut hari dengan kenangan


Dan terus kami berjalan nya angan angan

hujan deras dan gerimis berjalan

semua menjadi setu tujuan kebersamaan dan harapan

kurus nya tubuh orang tua kami

mentari kehidupan

dan kami ada di sandingkan dalam tatapan


Tidak bisa banyak yang bisa ku rangkaikan kejadian yang apa terjadi pasa saat ini, goresan lirih dan harapan ini akan hujan yang terus bermain, memupuk akan kebersamaan warga kami menjemput hari akan semangat, alam sewaktu waktu akan berubah cepat, dan semua nya masih misteri tak terjwab, aku terdiam jika menyambut getaran getaran alam yang kian meradang, senja ku terdiam akan gelap, dengan angin petir yang berkabut linangan. @abdi_cakrawala