Blogger-Man: Kapal Layar Yang Membara, Ep 1

edit

www.misbulabdillah.com- Perjalanan kembali derai jingga, dan dalam perjalanan hari ini ku adalah tuan atas rangkai-rangkai kalimat yang hidup akan perkembangan akan riuh nya hari membawa hati ini tenang dalam perkejaan, dan itu semua terlihat di hadapan hati ini. dermaga-dermaga dan sungai. sangat berkesan dan inilah tak ada jarak yang akan membedakan hari ini di luar perkiraan.


Pada dasanya inilah dermaga, dermaga adalah tempat dimana aku, ruangkan waktu ini berhenti sejenak menembus mimpi dan semua angan-angan nya hari, dan perjalanan waktu mengamati tak akan hilang begitu saja. tetap menikmati nya akan semua hari hari berikutnya. dan yakin akan tetap ada harapan kegembiraan, akan terlahir dengan sendirinya. "ku, berlari lari di dermaga ini, dan sekali kali jua memandang kapal yang yang lalu lalang. memang juga tak  di harapkan juga, tapi cukup untuk mengetarkan hari dengan rasa rasa tersendiri. semua itu tampak berkesan, dan semua itu saya tidak akan peroleh, dengan sadar nya siapa aku, dan kita dalam ingatan orang orang. tapi biarlah waktu itu berjalan sebagaimana mestinya, memang aku miskin terabaikan, dan kaya juga akan di pegang. segerah lah siap memegang mimpi dan mimpi, akan segarah berlayar dengan kapal layar, yang belum pasti. menelisik dan menelisik untuk mana yang juga akan di sandarkan, dalam pandangan ini, ku beharap akan ada kapal yagn mau memberikan tumpangan gratis untuk bisa memberikan ilmu sebanyak banyaknya tentang, akan perjuangan hidup dalam mengengam mimpi kelak, akan ku kejar badai yang keras,dan deras nya seluruh muara yang dala, dengan kapal kayu yang segenap asa membantu, memberikan harfiah kehidupan.



Dalam lamunan senja ini, menatap langit dengan derai nya air yang mengalir. menetes juga air mata ini: akan membaca kehidupan silam atau harapan dalam kepastian masa depan. langkah ini hanya sendiri yang mengerti dan dengan sendiri, mengerti akan perjuangan adalah tujuan hidup dalam menjalani nya sendiri, dan yakinlah di depan itu terlalu singkat di nikmati. memikirkan apa yang terjadi, adalah nasib sendiri, dan aku berteriak dalam gemgaman jingga sore di matahari akan terbenam" Dermaga... "Kejar ku dalam hari yang mengurita dalam kesepian" tapi berikan harapan dan perjuangan itu masih berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Dermaga lama adalah kita
aku bermain dan berlari
lari lari kembali lagi
menatap matahari yang akan tengelam
menerpa mimpi dengan berjutanya harapan

Langkah langkah yang kami uraikan
akan kemerdekan hari dalam buain
jingga sore adalah harta
yang dimiliki masyarakat kami
merebut mimpi dan kasih yang tersemi

Dilamun hari juga tak tertepi
berlari berlari mengejar matahari
ku kejar dengan segala diri
di ujung muara ada hati
di gemgam juga tak pasti


Ada perjuangan di jalankan 
semua dilhat mengema untain hati
ada ruang ruang pemisah diri
mendekam lari dan berlari di sisi hati
sambut hari dengan jingga matahari yang tengelam 


Di Hadapan masih banyak derai muara sungai
tak dapat ku abaikan dalam pandangan 
air-air sungai deras yang mengalir
meresah asa untuk bermain dan terlinang jingga
terdiam dengan asa lara menerpa lama

Aku tulis aku datang, Aku rindu aku pulang. Saat kasih ini tidak ada.orang tua hanya menatap masa depan, dan sentuhan tangan itu membuat ku masih menangis, dan membaca pergerakan awan awan sore yang lari lari di kelopak mata ini, dan lari lah senyum kecil langit yang mengemgam asa ku dalam terlinang. Misbul abdillah. "ujarnya....." dalam perjalanan itu harus sedih dan sangat berat, nikmat itu sebagai proses kedewasaan diri dalam apapun yang terjadi. Bisikan gaib, senja yang menerpa. dan terdiam sejenak dengan kaki basah karena air sungai yang, membunuh sepi dalam kerinduan. Bersambung... EP,2
@abdi_cakrawala