Ruang Air Mata Dermaga Lama, Ep 1

edit

www.misbulabdillah.com- Malam yang berderai dengan hujan hujan lalu kabut pada pandangan, dan itu lah hari ini yang terus berubah dengan kisah kisah malam berikutnya. dan saya sendiri adalah laksana tuan sendiri yang terus menguntai perjalanan kasih, kisah dan persahabatan dan perjuangan menyambut makna akan riang nya hari kedepanya. mata ini tidak mengusik ingin tidur, dalam gemgaman mata hati ini adalah mimpi yang kan terukir kedepanya.


Saya belum tidur dari peraduan, keluar dari Abdi Basecamp-Pekanbaru Utara (7/11) dan melarikan diri kembali kedermaga adalah tujuan setiap hari, dan malam ini sendiri saya sendiri bergegas Ke Dermaga lainya,  Pelindo. Bandar Senapelan-Pekanbaru. ya... "Sebuah naungan kenangan orang orang lama yang telah berjalan, dan pergantian wajah baru dalam keriangan hari dalam hidup, setiap perjalanan harian.

www.misbulabdillah.com- Diaries, Senapelan 7 November 2012


Disitulah yang saya mainkan kembali fikiran ini untuk inpirasi malam, dan menemukan derai mata ini ingin mengalir lagi akan kerinduan penulisan baru yang akan ku ukirkan setiap malam nya, dan derai hujan setelah selesai tapi malam gerimis juga bermain. kaki dingin dengan sehelai pakain di tubuh, berjalan dengan bangunan bagunan lama. membara dalam pandangan. tubuh ini, masih diam dengan kedinginan yang akan bermain dalam, hati ini. ~hanya diam kembali menatap gerimis dalam dermaga, dengan beberapa buruh angkut yang bekerja, saya hanya sendiri juga di malam ini. tampa ada teman, kecuali dengan tubuh ini sendiri berbicara akan malam. 

"Air air sungai ini terdiam sejenak, dan derai derai air dari sungai akan terus bermain disisi. mendiamkan dengan sejuta mimpi dan aksara, inilah malam. yang harus ku sambut dengan sukacita" - Misbul Abdillah.


Baik, dan inilah yang kurasakan sesaat. ada ruang itu tanda tanya. dan dermaga adalah saksinya akan sambutan hari ini setiap malam, dan menjalani dengan sekata dua kata pembuka adat adalah misteri harapan yang akan di pegang selama ini, dan raih raih tangan ini bergetar dan bergerak sendiri nya lagi, sekuat tenaga tetap menulis dan menuliskan derai nya gerimis yang bermain


Dermaga dalam perjalanan

kaki ini mulai bergetar malam

akan ada kisah yang di nantikan 

perjuangan menentukan masa depan

menungu adalah hari yang pasti di depan


www.misbulabdillah.com- Diaries, Dermaga Pelindo Pekanbaru


Dingin dingin hari sembut emosi

kapal kapal roro tersandarkan dalam ketenangan

lampu lampu berhiasan di ingatan

ada cerita malam juga yang akan berkesan

berjalan dan jalan tubuh ini mengitari malam

www.misbulabdillah.com- Diaries, Kapal roro yang bersandar


Kisah klasik akan terus terukir dengan sendirinya

bermandikan gerimis saya berlari kecil adanya

dingin dingin malam dalam perjalanan

malam malam tak ada ruang kehampaan

larut dalam perjalanan kemenangan


Dan malam ini terus saya menikmati nya, memang sebaik inpirasi akan datang setelah pulang kelak, dan saya sendriri menyadiri akan hari hari di depan masih jauh, dan dermga dermaga berikutnya ini juga saya akan kunjugi, biarlah dulu di Senapela. Tanah kelahiran ku sendiri 15 Juli 1986 lalu, dan Orang tua kami yang telah dahulu mendiami wilayah ini tahun sebelumnya. penurunan generasi dan pembuka ilmu masa lalu dan masa sekarang.@abdi_cakrawala