Fazzira Zivanka Assiyiriah
Bermain musim tak berganti
cinta dan harapan dalam kenangan
tengelam bersama kenangan
dan terkubur dalam dalam
sayang ananda di dalam ingatan perasaan
Gerimis kasih berjalan lari
malam dingin menyepi
antara raihan tangan
di kepal malam
dengan takjubnya malam
Ada, apa dengan gerimis
bertanya dengan kesatuan malam
yang lari dari kerinduan malam
menjemput rindu tak sampai di gemgam
lari dalam sepanjang ingatan
Gerimis kasih yang berjalan
menjemput yang di upayakan
berlari juga dalam tanggisan
derai derai angin yang mengkisahkan
kasih dalam pandangan harapan
Diam diri mengapai angan
angan seseorang lari di harapan
mengejar harapan setiap malam
hujan gerimis yang berkepanjangan
hadir dalam pelupuk harian
Fazzira zivanka assiyiriah
kata kata ini masih di tasbihkan
dalam setiap malam di ukirkan
menjalang pagi di terbitkan
usaha kemenangan tak terbalaskan
hanya untuk adinda seorang
Gerimis Kasih Berjalan
Untuk adinda Fazzira Zivanka Assiyiriah
Tertulis, 20 Desember 2012
Kakanda Misbul Abdillah
Pujangga Cyber Sastra Indonesia
Bernaustin Riau lingga.
