Tangisan Pantai Sumatera
Derai nya samudra hindia
jingga tak tampak
hanya desir pantai yang mengelora
gelora akan kerancuan
yang berjalan dalam hembusan malam
Angin angin yang kecang datang
menjadi dalam kerinduan
kerinduan malam yang tak datang
angin kencang dalam perjalanan
menyatu akan pertanyaan
Hanya dalam goresan
tangisan kalimat tak bertuan
menjemput perjalanan malam
dengan pasir pasir yang karam
dalam ingatan
Pantai dan pesisir sumatera
banyak cerita dan harapan
tengelam juga kenangan akan di pertanyakan
dan malam menjadi diri dalam rajutan
kasih malam dengan harapan
Tangisan pulau sumatera mendera
berlari kami hingga kemana
kemana juga kaki ini diutarakan
diam menjadi perbincangan
terdiam dengan emosi tak terjawabkan
Padang, 2 Desember 2012
Karya: Misbul abdillah
Blogger,Penyair,Pujangga Cyber sastra Indonesia