Berguguran nya satu persatu
cahaya dalam pandangan
atau sirat pagi menjelang siang
di hutan rawa nan di pegang
akan sebuah jalan jalan
Di kemudian malam
ada perjalanan
yang sekarang baru di lakukan
ada perubahan
yang tak tersiratkan
jalan jalan sebuah perjuangan
Kota ananda berjalan
dengan embun pagi yang tak tampak
ada suara lam yang mendayu
terdiam dalam kebisingan
hutan alam tampa di pegang
ia terdiam laksana kematian
Hujan tak tampak
daun daun berjatuhan
gersang hutan belantara pandangan
ia terdiam dalam semu jalan kemenangan
tidak ada angin pengantar siang
Berbicara dengan alam
ada guraun siang yang merekam
perjalanan hari dengan segala kiasan
udara yang jatuh perlahan lahan
dibuai angin harapan
Daun daun berjatuhan
menambah riak suasana siang
akan datang
dengan harapan azan berguman siang
memangil masyarakat dengan riang
terdiam hari tercinta akan keriangan
Karya: Misbul Abdillah
Pujangga Cyber Sastra Indonesia
Http://www.misbulabdillah.com
| www.misbulabdillah.com/abdifoto/sajak |