www.misbulabdillah.com- Taman pemakaman umum Tampan, Jl.iga area Jl. garuda sakti Panam-Pekanbaru, yang berjalan dalam pandangan, sebelumya pagi sudah bersiap siap dalam langkah kaki menuju pemakaman, dan kami berjalan menuju pemakaman pagi di antara pagi menjelang siang, sirine berjalan menuju pemakaman, detak detak jantung kian merangsang fikiran akan sebuah ketenangan pandangan.
Dan "daku terdiam, dan inilah raihan ruang senja yang tak dapat ku saksikan dalam kesendirian ternyata oase siang ini telah berjalan akan ketenangan nenek kami Syansurilas, dan diiringi pandangan terakhir datuk kami, yang kian menenangkan pemakaman, yang tersaksikan dengan gelap nya langit ketenangan dalam dingin dingin hari, seraya akan gerimis berjalan, dan benar selepas pemakaman, gerimis pun berjalan hingga siang. dingin dan inilah ruang hidup yang penuh kerinduan.
malam telah lewat dalam kenangan
informasi yang berjalan jalan
dering dering informasi
yang kian terdiam dalam keheningan
Antara panam dan pusat kota
kami berjalan dalam pandangan
orang tua bergegas berjalan
menuju keluarga larian
yang mendapat kabar perjalanan
Meninggal kan kenangan perjalanan
dalam hening malam
yang di utarakan pada kesempatan
nenek kami di pandangan
dan semuanya berkumpul di panam
Kelabu kota yang beriringan
kami mengantar mobil putih pandangan
yang mengiring kan kaki ini melangkah
jalan jalan penuh makna
raihan ambulan tak terhiraukan
Kota penuh tangisan
air air hujan yang masih terhenti alam pandangan
langit langit akan kelam
dan dingin menjemput ruang
dan semua keheningan dan daku terdiam
| Datuk Jimbang, suami Nenek Syamsurilas, haru dalam pemakaman. |
Ayat ayat pengantar berjalan
jalan jalan yang kuat dalam pandangan
menetas kan diri dalam lamunan
ini perjalanan hidup dalam akhiran
yang tak mungkin di pertanyakan
dalam semu dan segala pertanyaaan
Tersaksikan dalam pemakaman,ada pak ujang ibu mis,kak ita,pak jun, bu ida, nenek ani, bang kidir,ibu je, uda izon, dan Keluarga Pangkalan koto baru yang sudah lama berdomisli di pekanbaru, serta beserta anak anak nya semua, termasuk daku didalam nya,yang jarang mereka jumpai dan yang tak mungkin beliau hafal dalam kabung siang yang berkesan, dan daku bagian dari pemakaman, berjauhan dengan langit dan terdiam dengan tanah tak terhankan misteri dalam dunia ini dalam dekapan, dan inilah kehidupan, orang tua kami telah menagantarkan pada jalan jalan ke angkasa surga ,dan kami di tinggal dalam kemandirian, dan perjalanan hidupkan lah yang kan mengartarkan hari ini dan masa yang akan datang, dan malam di sambut dengan sebuah kerinduan dan ketenangan