Ruang Pemakaman, 22 Januari 2013

edit

www.misbulabdillah.com- Taman pemakaman umum Tampan, Jl.iga area Jl. garuda sakti Panam-Pekanbaru,  yang  berjalan dalam pandangan, sebelumya pagi sudah bersiap siap dalam langkah kaki menuju pemakaman, dan kami berjalan menuju pemakaman pagi di antara pagi menjelang siang, sirine  berjalan menuju pemakaman, detak detak jantung kian merangsang fikiran akan sebuah ketenangan pandangan.


Dan "daku terdiam, dan inilah raihan ruang senja yang tak dapat ku saksikan dalam  kesendirian ternyata oase siang ini telah berjalan akan ketenangan nenek kami Syansurilas, dan diiringi pandangan terakhir datuk kami, yang kian menenangkan pemakaman, yang tersaksikan dengan gelap nya langit ketenangan dalam dingin dingin hari, seraya akan gerimis berjalan, dan benar selepas pemakaman, gerimis pun berjalan hingga siang. dingin dan inilah ruang hidup yang penuh kerinduan.


 

malam  telah lewat dalam kenangan

informasi yang berjalan jalan

dering dering informasi

yang kian terdiam dalam keheningan


Antara panam dan pusat kota

kami berjalan dalam pandangan

orang tua bergegas berjalan

menuju keluarga larian

yang mendapat kabar perjalanan


Meninggal kan kenangan perjalanan

dalam hening malam 

yang di utarakan pada kesempatan

nenek kami di pandangan

dan semuanya berkumpul di panam

 

Kelabu kota yang beriringan

kami mengantar mobil putih pandangan

yang mengiring kan kaki ini melangkah

jalan jalan penuh makna

raihan ambulan tak terhiraukan


Kota penuh tangisan

air air hujan yang masih terhenti alam pandangan

langit langit akan kelam

dan dingin menjemput ruang 

dan semua keheningan dan daku terdiam

Datuk Jimbang, suami Nenek Syamsurilas, haru dalam pemakaman.
 

Ayat ayat pengantar berjalan

jalan jalan yang kuat dalam pandangan

menetas kan diri dalam lamunan

ini perjalanan hidup dalam akhiran

yang tak mungkin di pertanyakan

dalam semu dan segala pertanyaaan

 


Tersaksikan dalam pemakaman,ada pak ujang ibu mis,kak ita,pak jun, bu ida, nenek ani, bang kidir,ibu je, uda izon, dan Keluarga Pangkalan koto baru yang sudah lama berdomisli di pekanbaru, serta beserta  anak anak nya semua, termasuk daku didalam nya,yang jarang mereka jumpai dan yang tak mungkin beliau hafal dalam kabung siang yang berkesan, dan daku bagian dari pemakaman, berjauhan dengan langit dan terdiam dengan tanah tak terhankan misteri dalam dunia ini dalam dekapan, dan inilah kehidupan, orang tua kami telah menagantarkan pada jalan jalan ke angkasa surga ,dan kami di tinggal dalam kemandirian, dan perjalanan hidupkan lah yang kan mengartarkan hari ini dan masa yang akan datang, dan malam di sambut dengan sebuah kerinduan dan ketenangan