Diaries: Cinta Kami PSPS, Berawal Dari Rumbai Ep,4

edit


Memories " Tegar, Selamat Jalan di Tanah Harapan "

www.misbulabdillah.com- Jangan kan Tegar (15) Penonton yang tidak tahu apa apa,di hujani Balok dan Batu di tubuhnya, kita yang kekar pun pasti kesakitan, dan darah darah jika mengucur sepanjang perjalanan, rimbo panjang- ke Pekanbaru, tragis dan miris.

" dan ayah nya amirudin" sumber #jpnn cukup ini yang terakhir nya, di Riau,jangan sampai terjadi lagi. dan parah nya lagi orang tuannya, adalah wasit juga di Riau, benar benar ikatan bola nya kuta di keluarga. bijak banget. " dan menurut analisa saya, admin: Pembalasan akan ada, tapi kita tak tahu dimana, dan ruang nya masih penasaran, jika kita tidak bisa atasi, alamat lah tragedi episode berikutnya akan terulang kembali, jangan sampai!

Bola Kematian

Oleh: Misbul Abdillah, Penyair Riau

Bola kematian

yang berjalan dalam gemgaman

olahraga telah usai

dan perjalanan pulang

yang harus penuh riang

Tapi ada ejekan

dan itu membuat langkah

hujan remehan

yang tak bisa disebutkan

yang tak bersalah

Jadi korban kekerasan

batu melayang

kayu melayang

dan hujan pukulan meradang

anak riau yang malang

harus menerima keadaan

Dalam perjalanan pulang

darah darah

bermain dengan ruang

hampa ruang

dan ruang tangisan tak berujung

dalam perjalanan

hari yang kian kelam



Dan semua nya berduka cita dengan keadaan,dan pastinya kita para orang tua, harus mewaspadai dengan segala kondisi, dan riset saya paling teranyar seperti ini" ada kegundahan paling dalam, di antara benak suppoter, uda di jahkan di Kota nya, dan rasa memiliki tidak ada, jadi ruang emosi tinggi ke sesama menjadi mengebu gebu, dan ini masih dalam analisa, dan berharap kasus ini akam segera di atasi, dan penuh penelitian lebih lanjut. Bersambung...


misbulabdillah.com: PSPS Pekanbaru