Memories " Tegar, Selamat Jalan di Tanah Harapan "
www.misbulabdillah.com- Jangan kan Tegar (15) Penonton yang tidak tahu apa apa,di hujani Balok dan Batu di tubuhnya, kita yang kekar pun pasti kesakitan, dan darah darah jika mengucur sepanjang perjalanan, rimbo panjang- ke Pekanbaru, tragis dan miris.
" dan ayah nya amirudin" sumber #jpnn cukup ini yang terakhir nya, di Riau,jangan sampai terjadi lagi. dan parah nya lagi orang tuannya, adalah wasit juga di Riau, benar benar ikatan bola nya kuta di keluarga. bijak banget. " dan menurut analisa saya, admin: Pembalasan akan ada, tapi kita tak tahu dimana, dan ruang nya masih penasaran, jika kita tidak bisa atasi, alamat lah tragedi episode berikutnya akan terulang kembali, jangan sampai!
Bola Kematian
Oleh: Misbul Abdillah, Penyair Riau
Bola kematian
yang berjalan dalam gemgaman
olahraga telah usai
dan perjalanan pulang
yang harus penuh riang
Tapi ada ejekan
dan itu membuat langkah
hujan remehan
yang tak bisa disebutkan
yang tak bersalah
Jadi korban kekerasan
batu melayang
kayu melayang
dan hujan pukulan meradang
anak riau yang malang
harus menerima keadaan
Dalam perjalanan pulang
darah darah
bermain dengan ruang
hampa ruang
dan ruang tangisan tak berujung
dalam perjalanan
hari yang kian kelam
Dan semua nya berduka cita dengan keadaan,dan pastinya kita para orang tua, harus mewaspadai dengan segala kondisi, dan riset saya paling teranyar seperti ini" ada kegundahan paling dalam, di antara benak suppoter, uda di jahkan di Kota nya, dan rasa memiliki tidak ada, jadi ruang emosi tinggi ke sesama menjadi mengebu gebu, dan ini masih dalam analisa, dan berharap kasus ini akam segera di atasi, dan penuh penelitian lebih lanjut. Bersambung...
![]() |
| misbulabdillah.com: PSPS Pekanbaru |
