Dalam siang yang rupawan
kapal kapal hendak berangkat
aku berjalan di dermaga lama
Kuala gasip namaya
aku di semenanjug harapan
Angin angin senja yang bergulir
di tembus waktu dan mimpi
di senja yang berlalu
ada kematian angin tak tersipu
ada roh hidup di makan waktu
terlarut mimpi
dan emosi diri
Muara sungai di tanti
harapan yanga tak terhenti
muarah jingga hilang berseri
ada angin senja menanti
menepuk diri
atas kematian yang terjadi
ruang riang kerinduan
dalam sengasara waktu
sriwijaya hilang
majapahit tenggelam
dan riau kehilangan arwah
dan tahun berganti tahun
dan timur memberi harapan
akan kepastian
berjalan di kuning keemasan
dan biarkan cerita kita hilang
tenggelam besama sungai jantan
Sungai siak merah ke rinduan
Untuk adinda, Putri Kaca Mayang
Pendekar Sastra Kuala Gasib
Riau 2013
Senja Tanpa Nama
Oleh :Misbul Abdillah
Penyair Riau
