www.misbulabdillah.com-Sebelumya saya minta maaf atas tulisan ini saya lampirkan dan rasa mengembu dalam dada juga yang menjadi pertanyaan, dan adakah keadilan dalam persepakbolaan kita Indonesia, dan semua berujar dengan segala kebenaran dan semua tercipta akan semua tindakan yang akan terus di hadapkan, dan semua nya termainkan dengan emosi diri yang lari dari diri dan semua tercipta akan di hadapan kita masing masing
Berubah lah Sepakbola Tanah Air Ku tercinta!
Misbulabdillah.com
Diego Mandieta, yang telah tiada ini baru di bincangkan di twitter, dan semua nya menjadi terhari di kala saya sendiri membaca artikel teman teman jurnalis, apa kah tidak dengan narasi yang mengiba ini berderai juga air mata, anak rantau di negeri kita meninggal dengan drama yang teramat dalam, dan menunggu pulang dengan harapan gaji yang hampa. dan semua itu di mana salahnya! menjadi pertanyaan juga yang mulai menelisik dalam dada, sudah meninggal baru kita berkoar bersama sama. untuk menyelesaikan masalah, bukan begitu kan kita.dan saya sendiri memang tidak tahu betul siapa diego. tapi dengan segala nurani kecil ini ada juga di lema yang mendalam dan amat teramat dalam. sudah sakit, tidak bisa bayar uang kos kos, di rawat rumah sakit, dan gaji tidak dibayar. dan kemana PSSI nya dan mana badan liga, dan mana juga club nya ya!
Nga; kebayang juga jika saya sendiri mengalaminya, dan rasa ini amat kental juga ama kehidupan kita sehari hari. dan kalimat ini saya petik dari kondisi yang perlu kita dalami lagi dari mendieta: "beliau nga ada uang. uang gaji belum turun. dan nunggak kos ini yang teramat pilu di hati, dan akhirnya nafas terhenti dengan isak, aku tak mau uang gaji, aku minta sedikit saja untuk pulang kampung, aku mau mati dengan keluarga ku di paraguay- Ujar" Alm.Mandieta," sumber detik.com
Dan tulisan menderai ini saya dapat dengan segala terlinang air mata:
Harapan dalam ketidak pastian
Memory Diego Mendieta, Persis Solo.
Wahai club yang saya bernaung
ada rasa iba dalam dada
aku melunta lunta dengan apa adanya
menjadi tekanan batin dalam dada
aku butuh yang untuk pulang
Bersama keluarga akan ku habiskan hidup
menjemput rindu di negeri jauh
akan diam semu yang menyatu
tubuh ku sakit tak menentu
dan biaya hidup tak kunjung menentu
Tubuh ku penuh virus dan jamur
terderita pada tanggal yang tak terkira
dan semua akan menjadi cerita
panjang dalam perjalanan karir hidup
sementara di Indonesia raya
Maaf kawan pasoepati solo
tangisan air mata ini sudah terlinang
dalam dan kematian sudah di jalan
dan kenangan tingal lah kenangan
berbenah lah pengurus sepakbola Indonesia
aku tak mau gaji banyak
yang ku harapkan untuk pulang dengan rindu
rindu akan kampung halaman menyatu
bersama harapan orang tua ku
dijalankan dengan harapan kalbu
| @abdi_cakrawala, Mimin Riau Main Stadiun In facebook.com |
Selamat jalan Mendieta, Misbul abdillah blogger-man Pekanbaru-Indonesia, saya mengerti perjuagaan mu, biarlah orang tua kami yang akan segera sadar, atau setidak nya terbuka akan mata nya. kasih lah harapan kebenaran dan kejujuran dalam penyampaian,dan sepakbola kami memang dalam kondisi kronis berlipat lipat. kami tida tahu juga akan mengadi dengan siapa, dan kami hanya punya harapan akan perubahan sepakbola Indonesia, salam buat semua Pecinta sepakbola Indonesia, selamat jalan sahabat mandieta, @abdi_cakrawala