Tatapan Kota BerkabutPagi yang bersinar terang hanya duduk di antara berbatuan rumah lamamenikmati suasana yang ada Hujan daun yang menetes membuka matasemua yang indah- ramai dalam masyarakat semudi suatu pagi yang kan tampak lebih indahterang hari ini hebat seketikaAwan-awan putih menusuk bebas se adanyamungkin juga bahagiamenyaksikan semua yang indahdalam kilauan cahaya cahaya cinta
Harapan yang hilang
tapi semangat pagi yang ada
akan ada di dalam perjuangan semua
Pekanbaru, tampak dari Jembatan sunggai siak-kabut asab merajalela.
menembus dunia tampa batas,kawan...
saya tahu ini berat
mata hati berbicara sendiri
kota kobut menghantui
nafas terhenyak dalam kotor kalbu
tapi....
pemerintah tutup mata
karena kami yang menderita
hujan tak kunjung datang
kami makan asap setiap hari
apa lah daya,
ini benar adanya
kami berjuang, selalu berupaya
memperhatikan
tolong kami dari belenggu ketidak pastian.
karya : Misbul abdillah
Author sajak Misbul abdillah-Indonesia
Catatan kecil pada tanggal 12 Maret 2011
