Sajak : Sungai Siak dan indragiri, Aku di hati Mu...

edit


Pagi yang belum tampak dari peraduanya,

Semut kecil di dahan jambu merahku tak terkira jumlahnya,

ratu tercinta masih terlarut dalam istananya,

memperhatikan pekerjanya, untuk hakekat sarangnya,
Ku yang terlarut di dihadapanya, memperhatikan nya,

,walau hanya diam membisu seribu bahasa ala kadarnya..

di urai dalam sayub kegamangan akan angan-anganya nya..

yang tersipu akan secercah harapan baru di aliran cintanya,



Aku yang berdiri diantarara ribuan kilometer dari nya..

mencari arti kemakrifatan, kejernihan, dan tulus harapanya.

dengan senandung kicaunya burung di pagi ini,

kutelusuri demi satu alur panjang harapanku yang terus bergejolak,



Mencarinya, walau terjal ombak yang ada di depan ku di gengamannya..

selayang orkestra alam pengantar arif arif bijaksana akan dirinya

terurai air mata ku di buatnya,

dermaga dermaga tua jadi saksinya, Walau hanya sebatas poerantara,.

di relung relung derinta nya,



'' wahai Pungawa yang di sana yang di sana,

sebait puisi kan ku utarakan :

Deras sungai mu menumbuhkan jati diri dan semangat ku..

tenang mu memberikan ku arti hidup sesungguhya..

Itu semua ada di hadapanmu...



Malam ini juga bercerita, ku akan yang akan berjuang nantinya

mengaharapkan ia akan datang mengampiriku, seperti derasya ..

cinta dan kejernihnan, di matanya yang merona..

di gelombang kecil di pusaran air matanya..

aku yang berharap di lingkaran gelombang cintanya..

tolong aku dalam rindu.

MISBUL ABDILLAH
Managing director Http://misbulabdillah.blogspot.com
Masih menyelesaikan Si di fakultas ilmu budaya Unilak Pekanbaru
Bernaustin di Pekanbaru.