Udara pagi dalam senyam
mobil tua yang terlintas di jalan lama
antara aspal baru dan lama
sungai siak di sekelilingnya
Tenang sungai memberi warna sendiri
sawah pun tampak elok dari jalan
siak kecil dalam torehan irama
saya terus berputar dam mencari sensasi
terang hari seakan tidak berputar
Inilah Siak kecil kata saya
namun ke gelisahan tetap menyeruak dalam dada
angin yang tak terasa menambah tanya?
kemana angin..
dalam hati saya mengoda,
Spbu tua yang tampak sebelah utara saya
seakan ini zaman ke berapa.
jadi apa bedanya 2010 dan 1970 kata saya
tanaman hijau pun nga terusik oleh burung
nelayan hanya menatap lurus perahunya.
Lambut laun, pipit pun bertebang ria ke arah selatan
saya banga menatap dengan senyum
maklum sudah jarang lihat burung kecil ini
sejam sudah rasaya tak terasa
alhasil merona rona dalam pesonanya
Hai, siak kecil...
saya melangkah dan berharap darimu
Keheningan yang kau cipta..
membuatku terlena,
Tapi, kan kutungu lagi keharmonisan peraduan alam yang tersisa
di siak kecil yang bermarwah.
Misbul abdillah.blogspot.comJournal dan sajak yang saya sadur dari jurnal harianSelama perjalanan ke siak kecil Tgl. 03 April 2010@abdi_cakrawala
