Feature: Senja di Dermaga lama

edit

Misbulabdillah.blogspot.com-Pekanbaru, di hari senin yang cerah, ini saya rangkum dalam catatan kecil yang hangat dan memberi arti sendiri, di baca ya; heheh, Dear readers, Udara kota menjelang siang sangat cerah, udara yang sepoi sepoi membuat saya ingin

selalu istirahat, bukan males ya.... catat! tapi buat saya ingin merasakan pertama di awal bulan Ramadhan.



Di bulan ramadhan atau di agustus masehi- jadi saya keluar dari basecamp, mempersiapkan kamera ponsel, dan tulis mendukung lainya. so..saya langsung berangkat.. setelah menit kemudian,saya sampai juga di dermaga lama Sungai siak, heheh. disana, ternyata masyarkat sudah banyak yang berkumpul, sekadar mancing, hang aut, atau bercengkarma dengan keluarga yang di boyong semua, sangat human interest. saya pun terlarut juga dalam keramain senja dari ngabuburit sore ini,sungai yang tampak tenang juga menabahkan sisi angker nya sungai siak, ingat kata pepatah jadinya: air beriak tanda
tak dalam. wow.. " jadi jangan juga anda terjun! jika tidak pandai berenang.
tampak juga dari kejauhan, perahu sedang mengayuh mau menuju seberang, membawa masyarakat yang hendak pulang.tampa berpikir panjang, saya pun menulis sebait-sebait
sajak-sajak kecil yang asyik, kerasa, maupun tentang sekitarnya;

Aku yang berdiri di tepian Dermaga
sungai yang hidup dalam kenangan
tepian-tepian, air aku berbicara
kapal -kapal yang hendak berangkat
dari tepian sungai

Saya memandang penuh hantaran ratapan

menikmati senja, penuh kenangan
ramai anak anak lalu lalang
sore yang hidup di antara keramain

Sepasang kekasih, muda mudi bercengkerama
yang penuh rajutan, sore yg akan
bergelut, di antara sinar matahari yg tengelam
dari ujung tepian,
warga mandi ria bersamaan
surau di tepi sungai, diam begitu adanya

Menunggu waktu sekiranya
hamparan alam umpamanya
menikmati sore dengan penuh kerinduan
Seorang bapak dengan pancingnya, mengamati
perjuangan dan toleransi menunggu

seutas harapan, ikan yg akan di bawa pulang
dengan harapan tingkat tinggi
di antara bangunan tua yang bersendi sendi

Yang akan roboh di makan waktu
air air coklat yang berubah warna
menjalankan misi dari hulu ke hilir
enceng gondok ramai juga tak terkira tak terawat
menemani sang jantan dalam kesendirian
hari yang sejuk, menepis di dermaga kota.


Ini dia, catatan-catatan kecil yang saya rangkum sendiri dan menjadi dokumentasi anyar pribadi, saya menilai dari tulisan ini; kekuatan suara alam di dalamnya.dan akan bisa bermanfaat di akan kemudian hari, jika saya membutuhkannya, sebagai Memoribila yang tak akan saya lupakan. "kapal kapal yang akan berangkat, pergi lah;
jadikan, landasan dermaga ini menjadi acuan; untuk bisa memberi arti. kenangan- dan sebuah informasi hangat ke seluruh penjuru dunia@abdi_cakrawala

Senja di dermaga, matahari yg kan tengelam.


Mandi di senja di Usia sudah senja Tepian sunggai Siak.



Jasa pengantar ke seberang sungai.