Bulan yang redup
dimalam yang gulita
gelap mengisi ruang
di antara sudut pandangan
terisi dalam harian
Malam malam yang gelap
bulan merah yang tersirat
tersirat tampa berbicara
apa adanya
hanya diam membisu tampa arah
Di hayal diri
jauh kan hari di riang diri
angin angin menerpa riak diri
menyambut segala emosi
lari di sudut ruang diri
Membaca pergerakan malam
tersirat dan termaknakan
tak ada ruang di larikan
hanya bermain dengan hayalan
majemuk ruang kalam
KARYA: MISBUL ABDILLAH
PUJANGGA CYBER SASTRA-INDONESIA
![]() |
| Pujangga cyber sastra- Misbul abdillah |
