Berlalu Senja Ku di Tepian Muara, Ep 1
www.misbulabdillah.com- Saat hujan yang masih bermain dalam pandangan ingatan, dan rasa bermain itu menjadi lirih ketika perjalanan itu masih kuat: dan majemuknya di hadapan, angin angin sore dalam ingatan itu di bukan dengan deras nya hujan yang bermain (18/10) di Negeriku Tercinta Indonesia Raya adanya.
Berjalan lahan tapi pasti. hujan yang lebat tadi bermain air deras sepanjang tata lahir mata ini terus terksesima, melihat alam yang mengurai keinginan dan harapan, dan ini lah benar adanya. lalu dalam keheningan senja yang berlalu, meleraikan diri dan mendiamkan diri dengan ribuan ekspresi diri, hanya pena dan buku usang ku larikan sejenak, catatan kecil mulai ku rangkum dalam hati dan gaya gaya penulisan pun berjalan, dengan sendirinya.
Senjaku yang berlalu demikian
di atantara tepian dua muara
muara sungai sungai dan deras air mata
air mata bunda pertiwi yang tak terlerai juga
perjalalanan dijalan dan ada nya
Hujan hujan yang bermain disisi lama
mendekam dalam ingatan
kudiamkan diri di antara nya
menjauh kan sisi lama dan baru seraya adanya
dimana langkah kaki akan ku pijak kelak
Sandaran muara
sandaran muara, dengan kapal kapal kayu adanya
gelombang sungai menepis asa
terlerai dalam lamunan jiwa
dipandang lama juga tak terkira
berkesan di sepanjang masa
Dimuara senja yang berlalu, atau dalam tulisan lama yang pernah ku gariskan, senja tampa nama adalah milik kita adanya, dalam diam "angan angan sore akan berlanjut akan mimpi dan perjuangan hidup membelah derai nya samudara luas dan harapan" ritme senja memang yang mengoda dan menyentuh, dan diam asa akan tetap bermain disemua garis hutan tropis yagn ku pijak, mimpi akan berjalan, dan ekpetasi harapan hidup akan terus berjalan dalam kemaaun yang ambisi, kesehatan yang bagus dengan alam alam riang memberi inspirasi hidup, negeriku negeri cintaku, Indonesia di antara dunia kawasan yang berbeda. @abdi_cakrawala