Pujangga Pagi: Gerimis Pagi Berbicara Sepi.
Pagi itu ada ruang
ruang ruang itu berbicara
tangisan malam ada ruang ruang nya
kami ada jalan
di laman jiwa seorang
kami tak ada ruang
Malam dan pagi kan bergerak
di antara dua sisi kota
kami terlibat didalam nya
pagi dalam hujan
yang tak berhenti bergerak
Hujan dalam pergerakan
malam dan pagi dan harian
ada dua sisi perbatasan
yang ku jalankan, dalam harian
pujangga pagi dalam tulisan
Karya: Misbul Abdillah
Pujangga Cyber Sastra Indonesia
www.misbulabdillah.com