Berlalu Senjaku di Tepian Muara, Ep 2
www.misbulabdillah.com- Masih ingatkan dalam catatan pertama semalam, ya.. jika belum sempat membaca, aku akan sedikit merangkai kata dengan aksara lama, dalam balutan apa yang ku rasakan dan di lihat sensasi hari yang penuh warna, Berlalu senja ku di tepian muara (20/10). memang klasik untuk di ceritakan dan ini lah keadaan sosial aspek yang ku pegang ku selama ini, dan itu semua menjadi dalam harian kata kata cinta dan harapan dan perjalanan
Udara pagi ini terasa membisu dalam pandangan, semua bergerak dalam aktivitas masing masing. desa berlaku hilir mudik, dan semua nya tampa senyuman. serius mengamati perjalananya masing msing, burung burung hutan juga, tampak ceria dengan berjuta lagu yang di ukirnya, di bawah mentari yang lumayan mendung, ku diamkan diri dan mengamati setiap detiknya apa yang terjadi, dalam perjalanan hari. ada ruang ruang itu berbicara, ternak juga di samping rumah berisik untuk merebut cacing alam yang asik main main, duch: mengesankan hari di buai emosi diri, kopi dalam tangan belum habis di minum sepenuhya. tapi " diam-diam tubuh yang dingin ini hangat di terpa kopi kiloan kampung yang teramat berkesan bagi ku sendiri, menjalani nya dalam diri. dan harapan yang berlalu adalah kiasan" dan sekarang hari sudah berubah, dan tetap ada perjuangan dan visi misi yang berbeda" lalu di utarakan dalam hati, berlalu hari pagi ini akan lewat, dan menuju riangnya pribadi dalam keindahan bumi yang struktual. dan ada setiap sisi yang kurasakan.
Senja yang berlalu dalam pandangan semalan
masih kerasa dam hidangan harian
menjemput pagi dalam segala kiasan
emosi diri yang tak tergantikan
di antara beberapa ruang
Sungai sungai yang mengalir
tenang an tak banyak bicara
di bawah hutan tropis dalam singah sana
ada jua banyak kisah
tengelam dalam segala rupa
Menjelma dalam kiasan
aku bertanya pada senja seorang
pagi ku telah lewat dan harapan
menjemput nya sama diamana ada sisi
ku rangkai dalam hari
Senja senja dalam harapan
perjalanan sungai terlalu dalam di tingalkan
sampan sampan lama
dan kapal kayu lama juga tersandarkan
diri diam diam kan diri, di senja yang berlalu
Pada dasarnya, merenung tampa batas di ruang ruang yang kita sukai selama ini memberikan kisah tersendiri, dalam perjalanan, itu banyak tantangan dan segala cobaan. menghindarkan diri segala apapun adalah kerugian tersendiri, mainkan lan harapan dan optimis dalam segala pandangan, nikmati proses kedewasaan diri dam raihlah semua yang ingin tercapai, di antara ruang ruang tersendiri. oase hidup yang berbeda dalam titik awal perjalanan, dan aku nya sendiri selau bermain di tepian diri Muara dan tepain sungai pandangan, inilah ruang ruang pemberi semangat dan harpan akan tetap berjalan, sampai kapanpun itu. dan yang paling penting hidup bahagia dengan segala kesehatan yang ku punya, di senjaku berlalu di tepain muara @abdi_cakrawala